Sisa senja kemarin

Kelak berakhir, meski sudah melangkah paling hati-hati, Ada saatnya hati akan sakit kemudian sembuh sendiri. Namun lelah terus menerus terjebak pada repitisi yang sama. Seseorang datang, mendekat, bersama, sakit, lalu berujung aku, atau dia yang terluka. Kalo boleh memilih, aku ingin menggunting peta takdir, agar tak perlu melalui banyak hati, dan langsung sampai di pelabuhan terakhir. Tapi inilah perjalanan. Kaki bertugas melintasi, dan hati mempelajari apapun yang semesta beri. Sejuta tempat singgah, berkelana, hingga berdiam di titik lelah, masing masing dari kita pasti akan menemukan seseorang yang bisa disebut rumah. Bukan soal akhir, bukan soal awal, bukan bagaimana memulainya, dan bagaimana caramu mengakhiri. Tapi ini tentang menjalani, bertahan, dan mendewasalah dalam setiap pilihan. 

*a direct message from my best

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s