Mendewasa

IMG_3265.JPG

Setidaknya, sekarang kita punya arah masing-masing untuk terus melanjutkan hidup. Perihal luka dan bahagia yang terbungkus pada cerita lama, biarkan abadi pada masanya. Toh aku dan kamu sama-sama tahu, bahwa kebenaran lagi-lagi hanyalah sebatas sudut pandang. Apa yang kamu anggap benar, belum tentu sama dengan apa yang aku benarkan. Menyerah bukan berarti kalah. Kita hanya sama-sama pasrah, sebelum lebih jauh untuk belajar menyerang keadaan. Faham bahwa semakin lama kita menggenggam, semakin perih pula luka yang akan tertanam. Semakin lama menciptakan harapan, semakin perih pula kita sama-sama akan termakan makna didalamnya. Sekarang, berjalanlah sesuai arah masing-masing yang telah kita pilih. Pada dasarnya, jemari kita sama-sama kuat dan enggan saling melepas. Tapi ketidakberdayaan kita melawan kata beda didalamnya yang menuntaskan cerita kita, meski belum seharusnya berakhir di titik yang bukan semestinya.

Kau harus tahu, mengikhlaskan memang tak semudah yang diucapkan. Melupakan tak semudah mengingat kembali sebuah permulaan. Tapi kedewasaan ada, dimana kita mau menerima akan sebuah pelepasan dari apa yang sebelumnya sempat menjadi hal yang kita elu-elukan.

Semoga, setiap lelah menjadi berkah yang bertambah tambah. Semoga setiap niat dalam hati berbuah kebaikan yang berlipat lipat. Semoga setiap salah yang begitu bertumpuk tumpuk dihujani dengan ampunan Nya setiap saat.
Semoga setiap ikhtiar kita, mengantarkan pada ridha Nya ❤

Advertisements

2 thoughts on “Mendewasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s